29 December 2018

RENDEZVOUS


Begitu meenjadikanmu lebih bagiku, 
Menjadikanku luka yang selalu menganga karena mu, 
Adakah aku bisa menjadikan ingatanku binasa tentangmu.
Begitu menjadikanmu luka yang tak pernah mati, 
Adakah aku dalam batas toleransi dan ambang batas berpikir tentang dunia?
Menjadikanmu selimut malam yang menghinakanmu dalam jenuh bingkai-bingkai angin malam.
Begitu menjadikanmu kelabu, 
Memeluk anganmu dalam hitam khatulistiwa menjadikanmu nalar yang tak ingin kuketahui dan kumengerti..
Bahkan menjadikanmu ilusi santapan pagiku, yang ingin ku bunuh dan ku kecup berulang-ulang Kuhabisi setelah aku kembali.